Sahabat Aku, dirimu, dan kita adalah orang yang ditakdirkan untuk bertemu Sedang dalam pertemuan ini kita laksana rapuhnya batang kayu Bagaimana tidak??. Layaknya seorang yang bertemu Harusnya engkau mau memberikan sedikitnya satu senyumanmu Karena apa yang engkau mau belum tentu mereka tau Untuk itu engkau harus tau, bahwa: Kami semua bukan pembuka aibmu Tetapi entah mengapa, Hariku, harimu, dan hari kita semakin semu (tampak seperti asli padahal sama sekali bukan yang asli) Seolah-olah kita hanyalah seorang pecandu Dan ada juga yang mengingkari indahnya masa lalu Maka dari itu kita sudah tahu bahwa satu yang membuat kita semu Apa? Bahwa kita tidak mau tahu Kalau begitu sudahlah sekarang tinggal bagaimana tindakan itu.