Monday, August 12, 2019

Entah kemana

bagai jiwa yang ternoda
Merenggut kesucian dalam raga
Gemuruh resah melanda sunyi
Tiada terkait Lantunan bait
Sepenggal kisah tak terarah

Teramat sunyi melanda gelisah
Diterkam ombak samudera nestapa
Diriku bagai runtuhan salju
Terhempas pilu menyusut kalbu

Aku adalah angan yang terlupa
Namun kisahku adalah nyata
Hingga  tiada ia tetap menggema
Asa yang tertahan tiada pernah lepas dalam ingatan

Sunday, August 4, 2019

Andai





Teramat sekali aku ingin berbicara lebih kepadamu, 

Akan tetapi kebukan siapa siapaanku

Membuatmu tidak terlalu ingin mengenalku. 

Andaikan engkau tahu, setiap malam aku merindukanmu. 

Bicaraku lebih adalah hanya karena aku tidak mau

Akan ada orang yang mati demi untuk melawan rindu

Jika saja memang akan terjadi, satu kata yang akan kusampaikan padamu. 

Terimakasih telah tega melihat pecandu merasakan adzab rindu. 

Cukuplah bagiku ikut menyaksikan ketegaanmu terhadapku














Melihatmu bahagia

Aku mencintaimu,
atsar dari cintaku adalah ingin melihat engkau bahagia.
Akan tetapi jika kebahagiaanmu adalah dengan tidak adanya cinta dariku, bahkan engkau lebih bahagia dengan orang lain.
Maka aku akan menerima.
Sebab yang kubutuhkan bukan menyandingmu.
Tapi hanya melihatmu bahagia.








Terimakasih mimpi

Lama sudah aku terusir oleh diriku sendiri 

Lewat bising dering pasir beterbangan aku mencari

Mengharapkan rindu ini dapat terobati

Ternyata hanya semakin luka yang kutemui

Barangkali engkau sudah tak peduli

Indahnya melati merindukan mentari

Terimakasih sudah menghadiri

Pada pertemuan yang hanya sebuah mimpi

Entah kemana

bagai jiwa yang ternoda Merenggut kesucian dalam raga Gemuruh resah melanda sunyi Tiada terkait Lantunan bait Sepenggal kisah tak terara...