Thursday, December 21, 2017

SANG PENYEMBUNYI

Jarum masa yang sudah berlalu dia menunjukkan 
Saat dia ada, khas tebaran senyum bagai permata tak berguna berceceran
Lantas siapa yang memungutnya.?? Adakah!!!
Belum. "sejenak heran"
Kenapa belum.??
"Nada kecil dari lingkungannya berbisik". Dia gila..
"Nada lain berbisik". Mana ada kegilaan membawa permata., "dengan sedikit mengangkat nada" 
Oh andai engkau tau..!! Jikalau engkau memungut permata itu
Engkau akan mengisak tangis rindu bagai ingin mendekap Surga Rabbmu.,
Engkau tak mengenal tetapi kau berani menyangkal
Engkau tak tahu tetapi kau berani menggerutu
Hakimu kau gantikan matamu.
"masih di jarum masa yang berdetik". Dia pergi....
"Angin kecil bersyair dengan kesadaran" 
Oh senyum gila yang mengandung banyak permata
Bisakah engkau kembali untuk menggilai saya
Maafkan saya yang telah menggantikan hakim saya dengan mata
Dunia mata saya tak seindah apa yang kau sembunyikan
Saya menyadari itu.
Ternyata engkaulah sang penyembunyi yang asing di bumi itu
Namun engkau lah sang ma'ruf di langit itu.

No comments:

Post a Comment

Entah kemana

bagai jiwa yang ternoda Merenggut kesucian dalam raga Gemuruh resah melanda sunyi Tiada terkait Lantunan bait Sepenggal kisah tak terara...