Thursday, March 15, 2018

"Ratapan sang malam saat menatap siang"


Engkau sungguh terkenal sekali
Dikala hujan badai pun kau tetap dicari,
Dikala hujan abu pun kau tetap dicari,
Dikala apapun tentangmu kau tetap dicari oleh banyak pencari,
Bahkan banyak manusia yang mencarimu, sampai-sampai ia mampir padaku hanya untuk tidur demi mendapatkanmu.
Seolah-olah aku hanya budakmu wahai sang siang...!!!
Bolehkah aku meminta rahasiamu tentang keterkenalanmu itu?, agar aku menjadi terkenal sepertimu.!
Jika engkau benar-benar ingin mengetahui tentang apa yang aku sembunyikan darimu maka aku sebagai pencari sepertimu akan memberikan pengetahuan Rahasiaku kepadamu,.
Sebenarnya tiada yang istimewa dariku
Sebenarnya tiada yang mencariku
Dan sebenarnya kita sama....
Kenapa engkau sibuk melihat apa yang ada dimatamu,?
Kenapa engkau tidak sibuk melihat apa yang ada dihatimu,?
Engkau terkecoh,. Pada saat yang sama...... Aku sebenarnya lebih mengagumimu,
Yang datang kepadamu tidak hanya seorang pencari biasa,
Yang tidur denganmu adalah sang pecinta,
Yang menemanimu juga pencari permata.,
Kenapa masih saja kau sedih? Sampai-sampai  engkau mengaku budakku,'''!!
Bukankah kita ini juga pencari?
Bukankah apa yang kau bicarakan itu juga pencarianmu?
Bukankah atapmu juga langit?, dan bumimu juga bumi pencari.?
Ketika kita sama-sama pencari maka rahasia sang pencari adalah menawan dalam kasih.
Itulah rahasia terbesar yang pernah aku temukan dalam pencarian.

No comments:

Post a Comment

Entah kemana

bagai jiwa yang ternoda Merenggut kesucian dalam raga Gemuruh resah melanda sunyi Tiada terkait Lantunan bait Sepenggal kisah tak terara...