"Oh, dulu engkau sebuah nama yang berperan dalam hidupku, sekarang engkau jadi rinduku, kucakar-cakar tanah berharap menemukanmu. Ternyata engkau sudah dalam sebuah pusara dengan kedalaman setinggi orang berdiri dan tangan melambai ke atas. Kepergianmu sungguh membuat tanah yang tandus menjadi basah. Membuat samudra kalah dengan air mata. Membuatku kesepian dalam kerumunan. Oh, rinduku,
Saat itu engkau menyerahkan jiwamu, aku hanya berharap doaku ada di sampingmu."
Saat itu engkau menyerahkan jiwamu, aku hanya berharap doaku ada di sampingmu."