Telah kuputuskan
Ini bukan puisi, ini permadani
Yang menemani lari dari ambisi memiliki
Menemani pergi dari diri yang dibuntuti
Oleh rasa cinta yang menghantui
Telah kuputuskan
Ini bukan curahan hati, ini ragi
Yang mengfermentasi hati
Menjadi lupa
Siapa diri ini
Oleh karena itu kepadamu aku memohon diri
Untuk mencintai agar saat aku pergi
Aku menjadi punya harga diri
Pernah diberi petunjuk untuk koreksi siapa orang ini
Dan terfermentasi menjadi insan sejati
Monday, April 29, 2019
Telah Kuputuskan
Thursday, April 25, 2019
Meskipun Tanpa Aku
Meskipun dunia ini tanpa diriku
Juga tidak akan ada bedanya
Semua akan berjalan apa adanya
Tapi tidak dengan cintaku
Ia adalah doa dari aksi hidupku
disaksikan oleh seluruh penjuru
Dan di dukung oleh seluruh umat rindu
Ibu
Ibu
Dikau yang membuat air kuat
Aku meminumnya
Berkobar api semangat
Aku mengembangkannya
Bersenandung ribuan hajat
Aku mengamininya
Bergejolak petir berkilat
Aku merasakannya
Semuanya kau pikul hampir menyayat
Dikaulah sumber martabat, nasihat, dan juga bahrulhayat
Berlaju menyibak besarnya amanat
Duh Gusti penguasa jagat, kunaungkan batin itikad
Hanya untuk beliau terhebat
Subscribe to:
Comments (Atom)
Entah kemana
bagai jiwa yang ternoda Merenggut kesucian dalam raga Gemuruh resah melanda sunyi Tiada terkait Lantunan bait Sepenggal kisah tak terara...
-
Ruang dan waktu yang bergandengan Akan tiba sosok lebih indah dari keindahan Muara kalbu merasa nyaman Andai bisa menjumpainya D...