Sajak itu aku, sajakan saja agar menjadi sajak yang bersajak sajak dan menyajakkan sajak.
Syair itu aku, syairkan saja agar menjadi syair yang bersyair syair dan menyairkan syair.
Puisi itu aku, puisikan saja agar menjadi puisi yang berpuisi puisi dan mempuisikan puisi.
Cinta itu aku, cintakan saja agar menjadi cinta yang bercinta cinta dan mencintakan cinta.
Rindu itu aku, rindukan saja agar menjadi rindu yang berindu rindu dan merindukan rindu.
Friday, December 29, 2017
Sajakkan, syairkan, puisikan, cintakan, rindukan saja
Thursday, December 21, 2017
SANG PENYEMBUNYI
Monday, December 18, 2017
BUTA
Sejak dilahirkan dia buta
Saat sadar dia bertanya
Siapa dirinya?
Katanya, hanya ada kegelapan
Ditengah kehidupan dia berjalan
dIa bertanya siapa yang melahirkan
dIa tau segalanya dan begitu saja percaya
sampailah pada "Akulah Manusia"
Tetapi dia masih saja buta
SAJAK' E TENAN
Perhatian, Penantian, kerinduan semua itu bukan cinta.!
Siapa yang memperhatikan..?
Siapa yang menantikan..?
Siapa yang merindukan..?
Siapa yang mengatakan semua itu cinta.!!
Cinta itu yang kau perhatikan, yang kau nantikan, dan yang kau rindukan.
Sajak lain berdeskriptif "jalan kita jalan cinta"
Itulah advokasi, insidental yang nyata...
Relevansi atas pembelaan diri
Sajak ini ku ubah menjadi sajak yang tak berciri.
Agar implementasi ini menjadi nyata bukan khayalan semata,..
Saturday, June 24, 2017
Betapa cepat engkau pergi
Thursday, June 15, 2017
Catatan sejarah
Friday, June 9, 2017
Saturday, June 3, 2017
Friday, June 2, 2017
Wednesday, May 24, 2017
Selamat datang ramadhan
Tuesday, May 23, 2017
Rahasia bait
Ta dlomah dan wawu sukun
Kaf sukun dan mim dlomah
Wawu sukun mencoba istiqomah
Angkat dan lihatlah
Lantunan ribuan berokah
Fikirkan dan rasakanlah
Inti makna dari cangkupan wadah
Yang indah bagaikan tiada kilah
Andai engkau menguasai lahjah
Hati akan merasakan buah
Monday, May 22, 2017
Lamunan sunyi dalam malam
Sunday, May 21, 2017
Engkaulah penerangku
Saturday, May 20, 2017
Setetes embun
Friday, May 19, 2017
Sosok rindu
Sesosok rindu
Serbuk liar dalam kalbu
Jumpapun tidak mengusikmu
Hadirmu seolah menjadi lentera kalbu
Jiwa dipeluk sunyi
Hanya penantian didalam rasa
Seperti doa para pujangga
Mungkin hanya berfikir tentang rasa
Kau yang di ufuk Timur
Dan akulah di ujung barat
Sedikit keraguan antara mahabah dan rasa
Sedikit bisikan mengharap nyata
Thursday, May 18, 2017
Sedikit rasa
Aku bingung dalam sepi
Ada bayang dalam angan
Sapaan senyum gaib berjalan
Hanya bayang yang masuk di kehidupan
Kucoba bahagia dalam duka,
Engkau tiada salah karena engkau berhak
Engkau tiada luput karena engkau patut
Siapa diriku...???
Wednesday, May 17, 2017
Mana ada yang sepertimu
Mana ada yang sepertimu
Duniapun iri denganmu
Wajah indah bersinar
Cahaya datang bagaikan petir
Berkilat-kilat beserta gemelegar geluduk
Mana ada yang sepertimu
Bulanpun bersimpuh malu bagai putri malu
Bintang-bintang ikut menari bagai disapa mentari
Binatang ikut merunduk hormat bagai ada makanan
Mana ada yang sepertimu
Sejak fajar mulai tersenyum
Hingga mentari mulai tenggelam
Semerbak wangimu masih ada
Mana ada yang sepertimu
Bersembunyipun engkau tetap ada
Bagai debu kecil yang bersimfoni
Di sela-sela penghujung dunia ini
Sedikit petuah
Kesabaran bukan berarti hilang harapan
Kata orang jawa Sabar iku ingaran mustikaning laku,
Ingin baik ataupun buruk itu dari kita sendiri
Kata orang jawa manungso mung ngunduh wohing pakerti
Menghargai perbedaan adalah keutamaan
Orang jawa bilang aja mbedakake marang sepada-pada
Tuesday, May 16, 2017
Penantian
Serpihan harapan kembali datang
Berlayar di hati sejenak kemudian menghilang
Hanya untukmu kenyataan dalam bayangan
Belum ada sebuah kepastian
Terasa semakin lelah untuk berjalan
Hanya untuk sebuah penantian
Inginku engkau hadir tidak berupa bayang
Untuk memastikan engkau tidak menghilang
Saturday, May 13, 2017
Inginku
Inginku mengambil permasalahan dan membuangnya
Inginku memohon dan memantapkan
Inginku mengangkat persatuan
Karena aku takut akan perpecahan
Tuesday, May 9, 2017
Dia dibangkitkan
Bersama dengan hembusan angin semesta
Dan daunpun ikut berguguran
Bersama senja yang bergilir
Dan sungai-sungai ikut mengalir
Lika liku jalan
Menghimpit lingkaran kebaikan
Semakin aku melamun
Semakin jauh harapan
Ternyata disaat diri ini terbangun
Hiduplah ia seorang
Ia dilahirkan untuk kebangkitan
Kebangkitan nusantara dipegang olehnya
Dari situlah aku mulai beranjak
Beranjak pergi menatap masa depan
Aku tersipu olehnya
Ia bagai malaikat berhati suci
Ia menengguk kembali nilai sepiritualitas
Nilai yang selama ini entah terpendam dimana
Aku mulai menatapnya
Ternyata ia membalas tatapanku
Wajah ini terheran olehnya
Namun ia tidak berkata sedikitpun
Inilah hatinya
Ia hidup tanpa kata
Itulah tindakannya
Gemelutnya tak kunjung sia
Beberapa mimpi diwujudkan
Untuk merantai satu barisan
Sunday, May 7, 2017
Bukan Aku
Aku bukanlah seorang penyair sungguhan
Aku hanya mencoba menggilai bait pilihan
Sebatang pena kusiapkan
Untuk bisa menerjemahkan
Aku hanya ingin menyadari sesuatu
Karena yang tak sadar tiadalah mengetahui itu
Aku sangat membutuhkan angin itu
Untuk itu aku tersipu 😊
Merajut Khayalan
Inginku merajut khayalan di Muara kalbu
Akulah pengagum di balik esensi itu
Keadaan khayalan tiada hitungan dalam angka
Menenggelamkan dalam lautan lara
Lara yang tak terpisah oleh rasa
Pada hati yang amat sederhana
Ratapan ini jauh berkelana
Untuk itu aku merajutnya
Saturday, April 29, 2017
Keterpaksaan untuk kenikmatan
Jika tiada lain hanya ada pedang untuk dinaiki
Maka tiada lain yang terpaksa harus menaikinya
Jika yang dianggap sulit harus dijalankan
Maka tiada lain bagi pecinta untuk melakukannya
Sekiranya semua yang ditempuh adalah lurus
Pasti akan ditolong olehNya
Penderitaan diatas Cinta yang Haq lebih baik
Daripada diatas ketidakpastian
Lebih tepatnya sebuah dahaga akan cinta
Kedahagaan cinta akan membawa air telaga mulia
Tiada esensi kenikmatan
Melainkan kerinduan sang hamba kepada Sang Pencipta
Friday, April 14, 2017
Terkadang kami harus meminta maaf
Sunday, March 12, 2017
Cinta dalam Diam
Saturday, March 11, 2017
Sepercik Cahaya ✨
Thursday, March 9, 2017
Jejak Langkah
Sekilas Pengetahuan
Syair adalah salah satu jenis puisi. Kata "syair" berasal dari bahasa Arab syu’ur yang berarti "perasaan". Kata syu’ur berkembang menjadi kata syi’ru yang berarti "puisi" dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga syair di desain sesuai dengan keadaan dan situasi yang terjadi
Dalam perkembangannya di Asia Tenggara, syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain: Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.°
°https://id.m.wikipedia.org/wiki/syair
Jadi, menurut saya syair adalah sebuah ungkapan perasaan,bisa juga lebih.
dan ini menimbulkan arti bahwa setiap syair adalah lontaran perasaan.
yang entah itu sebuah kebaikan ataupun kebijakan.
Entah kemana
bagai jiwa yang ternoda Merenggut kesucian dalam raga Gemuruh resah melanda sunyi Tiada terkait Lantunan bait Sepenggal kisah tak terara...
-
Ruang dan waktu yang bergandengan Akan tiba sosok lebih indah dari keindahan Muara kalbu merasa nyaman Andai bisa menjumpainya D...




