Friday, December 29, 2017

Sajakkan, syairkan, puisikan, cintakan, rindukan saja

Sajak itu aku, sajakan saja agar menjadi sajak yang bersajak sajak dan menyajakkan sajak.
Syair itu aku, syairkan saja agar menjadi syair yang bersyair syair dan menyairkan syair.
Puisi itu aku, puisikan saja agar menjadi puisi yang berpuisi puisi dan mempuisikan puisi.
Cinta itu aku, cintakan saja agar menjadi cinta yang bercinta cinta dan mencintakan cinta.
Rindu itu aku, rindukan saja agar menjadi rindu yang berindu rindu dan merindukan rindu.

Thursday, December 21, 2017

SANG PENYEMBUNYI

Jarum masa yang sudah berlalu dia menunjukkan 
Saat dia ada, khas tebaran senyum bagai permata tak berguna berceceran
Lantas siapa yang memungutnya.?? Adakah!!!
Belum. "sejenak heran"
Kenapa belum.??
"Nada kecil dari lingkungannya berbisik". Dia gila..
"Nada lain berbisik". Mana ada kegilaan membawa permata., "dengan sedikit mengangkat nada" 
Oh andai engkau tau..!! Jikalau engkau memungut permata itu
Engkau akan mengisak tangis rindu bagai ingin mendekap Surga Rabbmu.,
Engkau tak mengenal tetapi kau berani menyangkal
Engkau tak tahu tetapi kau berani menggerutu
Hakimu kau gantikan matamu.
"masih di jarum masa yang berdetik". Dia pergi....
"Angin kecil bersyair dengan kesadaran" 
Oh senyum gila yang mengandung banyak permata
Bisakah engkau kembali untuk menggilai saya
Maafkan saya yang telah menggantikan hakim saya dengan mata
Dunia mata saya tak seindah apa yang kau sembunyikan
Saya menyadari itu.
Ternyata engkaulah sang penyembunyi yang asing di bumi itu
Namun engkau lah sang ma'ruf di langit itu.

Monday, December 18, 2017

BUTA

Sejak dilahirkan dia buta
Saat sadar dia bertanya
Siapa dirinya?
Katanya, hanya ada kegelapan
Ditengah kehidupan dia berjalan
dIa bertanya siapa yang melahirkan
dIa tau segalanya dan begitu saja percaya
sampailah pada "Akulah Manusia"
Tetapi dia masih saja buta

SAJAK' E TENAN

Perhatian, Penantian, kerinduan semua itu bukan cinta.!
Siapa yang memperhatikan..?
Siapa yang menantikan..?
Siapa yang merindukan..?
Siapa yang mengatakan semua itu cinta.!!
Cinta itu yang kau perhatikan, yang kau nantikan, dan yang kau rindukan.
Sajak lain berdeskriptif  "jalan kita jalan cinta"
Itulah advokasi, insidental yang nyata...
Relevansi atas pembelaan diri
Sajak ini ku ubah menjadi sajak yang tak berciri.
Agar implementasi ini menjadi nyata bukan khayalan semata,..

Saturday, June 24, 2017

Betapa cepat engkau pergi

Betapa cepat engkau meninggalkan kami
Masih lama engkau datang kembali
Aduhai andai aku menjumpai
Semoga engkau tidak bersembunyi 

Di tengahmu aku mengharapkan kemenangan 
Namun di usaimu diri ini berangan angan
Memang waktu butuh perjuangan 
Semoga yang akan datang tersampaikan


Thursday, June 15, 2017

Catatan sejarah

Sejarah mencatat dengan tangan
Kepribadian yang dipuji banyak kalangan
Lantaran zuhud dan tawadu'nya
Siapa tak takjub ketika jabatan tidak diperlukan
Saat dipukul engkau mendoakan 
Banyak inspirasi engkau berikan 
Kami disini hanya bisa mendambakan
Semoga kami keberkahan



Friday, June 2, 2017

Nampakkanlah


Nampakkanlah wajahmu
Indahmu memperindah dirimu 
Andaikan engkau tahu
Tiada lain hanyalah untukmu
Harapan terpendam di rasaku
Arahkan panggilan untukmu
Terangkat pula bahuku
Inilah perantara hajatku

Wednesday, May 24, 2017

Selamat datang ramadhan

Ruang dan waktu yang bergandengan
Akan tiba sosok lebih indah dari keindahan 
Muara kalbu merasa nyaman
Andai bisa menjumpainya
Diri dikurung untuk kesucian 
Huruf satu berlipat ribuan
Angka satu berdendang pujian
Nilai kereligiusan bersarang ke kehidupan 

Selamat datang wahai bulan Ramadhan

Tuesday, May 23, 2017

Rahasia bait

Alif dlomah dan nun sukun
Ta dlomah dan wawu sukun
Kaf sukun dan mim dlomah
Wawu sukun mencoba istiqomah

Angkat dan lihatlah
Lantunan ribuan berokah
Fikirkan dan rasakanlah
Inti makna dari cangkupan wadah
Yang indah bagaikan tiada kilah
Andai engkau menguasai lahjah
Hati akan merasakan buah

Monday, May 22, 2017

Lamunan sunyi dalam malam

Alunan derik suara jangkrik
Lamunan penggila berpakaian nyentrik
Alunannya mengisi kesunyian
Layaknya dingin menusuk badan
Menunggu datangnya rembulan
Berharap memancarkan kehangatan 
Sang pelamun masih menunggu
Inginnya sesaat bertemu 
Saat lingkaran sabit terbentuk 
Bisikan sunyi mulai merasuk
Bisikan itu mencuri jiwa
Lalu ia membisikkan......
Sssttt jangan melamun
Engkau yang ingin mengadu
Jangan...dia juga malu 
Ia hanya menampakkan sabitnya saja
Ia juga lagi sedih

Sunday, May 21, 2017

Engkaulah penerangku

Betapa banyak hikmah 
Betapa banyak rahasia 
Betapa banyak makna
Betapa banyak lentera 

Engkau mengajari kami
Engkau mendidik kami
Engkau memberi kami
Engkau mencintai kami

Apa yang bisa kami lakukan 
Apa yang bisa kami perbuat
Apa yang bisa kami berikan 
Apa yang bisa kami tunjukkan 

Wahai penerangan kegelapan 
Hanya segelintir solawat yang kami ucapkan 
Untuk memujimu wahai sayyid
Walau tangan kami tak tersentuh olehmu

Kami tetap merindukanmu
Kami mengharapkan Syafa'at mu
Kami ingin berjumpa denganmu
Terimakasih penerangku

Saturday, May 20, 2017

Setetes embun

Gantungan setetes embun
Pada selembar daun
Entah berapa lama ia bertahan
Semakin panas gumpalan awan
Ia tak pernah menyalahkan hujan

Ia tahu bahwa hujan menghilangkannya 
Namun ia berfikir esensi
Bukan sebuah eksistensi 
Keberadaannya hilang
Namun inti hakekatnya masih ada
Ia bergabung dengan teman-temannya

Ia juga berusaha mengajak sahabat
Mengajak mengalirkan kehidupan 
Sungguh mulia niatmu
Mungkin sedikit diabaikan 
Namun aku yakin benihmu akan selalu mengalir
Suatu saat nanti akan ada yang mengangkatmu menjadi raja


Friday, May 19, 2017

Sosok rindu

Sesosok rindu
Serbuk liar dalam kalbu
Jumpapun tidak mengusikmu
Hadirmu seolah menjadi lentera kalbu

Jiwa dipeluk sunyi
Hanya penantian didalam rasa
Seperti doa para pujangga
Mungkin hanya berfikir tentang rasa

Kau yang di ufuk Timur
Dan akulah di ujung barat
Sedikit keraguan antara mahabah dan rasa
Sedikit bisikan mengharap nyata

Thursday, May 18, 2017

Sedikit rasa

Aku bingung dalam sepi
Ada bayang dalam angan
Sapaan senyum gaib berjalan
Hanya bayang yang masuk di kehidupan

Kucoba bahagia dalam duka,
Engkau tiada salah karena engkau berhak
Engkau tiada luput karena engkau patut
Siapa diriku...???

Wednesday, May 17, 2017

Mana ada yang sepertimu

Mana ada yang sepertimu
Duniapun iri denganmu
Wajah indah bersinar
Cahaya datang bagaikan petir
Berkilat-kilat beserta gemelegar geluduk

Mana ada yang sepertimu
Bulanpun bersimpuh malu bagai putri malu
Bintang-bintang ikut menari bagai disapa mentari
Binatang ikut merunduk hormat bagai ada makanan

Mana ada yang sepertimu
Sejak fajar mulai tersenyum
Hingga mentari mulai tenggelam
Semerbak wangimu masih ada

Mana ada yang sepertimu
Bersembunyipun engkau tetap ada
Bagai debu kecil yang bersimfoni
Di sela-sela penghujung dunia ini

Sedikit petuah

Kesabaran bukan berarti hilang harapan
Kata orang jawa Sabar iku ingaran mustikaning laku,
Ingin baik ataupun buruk itu dari kita sendiri
Kata orang jawa manungso mung ngunduh wohing pakerti
Menghargai perbedaan adalah keutamaan
Orang jawa bilang aja mbedakake marang sepada-pada

Tuesday, May 16, 2017

Penantian

Serpihan harapan kembali datang
Berlayar di hati sejenak kemudian menghilang
Hanya untukmu kenyataan dalam bayangan
Belum ada sebuah kepastian

Terasa semakin lelah untuk berjalan
Hanya untuk sebuah penantian
Inginku engkau hadir tidak berupa bayang
Untuk memastikan engkau tidak menghilang

Saturday, May 13, 2017

Inginku

Inginku berkumpul dan menegakkan
Inginku mengambil permasalahan dan membuangnya 
Inginku memohon dan memantapkan
Inginku mengangkat persatuan
Karena aku takut akan perpecahan

Tuesday, May 9, 2017

Dia dibangkitkan

Bersama dengan hembusan angin semesta
Dan daunpun ikut berguguran
Bersama senja yang bergilir
Dan sungai-sungai ikut mengalir

Lika liku jalan
Menghimpit lingkaran kebaikan
Semakin aku melamun
Semakin jauh harapan

Ternyata disaat diri ini terbangun
Hiduplah ia seorang
Ia dilahirkan untuk kebangkitan
Kebangkitan nusantara dipegang olehnya

Dari situlah aku mulai beranjak
Beranjak pergi menatap masa depan
Aku tersipu olehnya
Ia bagai malaikat berhati suci

Ia menengguk kembali nilai sepiritualitas
Nilai yang selama ini entah terpendam dimana
Aku mulai menatapnya
Ternyata ia membalas tatapanku

Wajah ini terheran olehnya
Namun ia tidak berkata sedikitpun
Inilah hatinya
Ia hidup tanpa kata

Itulah tindakannya
Gemelutnya tak kunjung sia
Beberapa mimpi diwujudkan
Untuk merantai satu barisan

Sunday, May 7, 2017

Bukan Aku

Aku bukanlah seorang penyair sungguhan
Aku hanya mencoba menggilai bait pilihan
Sebatang pena kusiapkan
Untuk bisa menerjemahkan

Aku hanya ingin menyadari sesuatu
Karena yang tak sadar tiadalah mengetahui itu
Aku sangat membutuhkan angin itu
Untuk itu aku tersipu 😊

Merajut Khayalan

Inginku merajut khayalan di Muara kalbu
Akulah pengagum di balik esensi itu
Keadaan khayalan tiada hitungan dalam angka
Menenggelamkan dalam lautan lara

Lara yang tak terpisah oleh rasa
Pada hati yang amat sederhana
Ratapan ini jauh berkelana
Untuk itu aku merajutnya

Saturday, April 29, 2017

Keterpaksaan untuk kenikmatan

Jika tiada lain hanya ada pedang untuk dinaiki
Maka tiada lain yang terpaksa harus menaikinya
Jika yang dianggap sulit harus dijalankan
Maka tiada lain bagi pecinta untuk melakukannya
Sekiranya  semua yang ditempuh adalah lurus
Pasti akan ditolong olehNya
Penderitaan diatas Cinta yang Haq lebih baik
Daripada diatas ketidakpastian
Lebih tepatnya sebuah dahaga akan cinta
Kedahagaan cinta akan membawa air telaga mulia
Tiada esensi kenikmatan
Melainkan kerinduan sang hamba kepada  Sang Pencipta

Friday, April 14, 2017

Terkadang kami harus meminta maaf

Terkadang kami harus meminta maaf  
Tidak peduli dengan jawaban
Apapun jawaban itu
Kami merasa belum bisa meniru Nakula
Nakula yang santun, yang bisa merasa masih ada di atas dia
Kami juga belum bisa seperti Arjuna Berjiwa bening dan bijaksana
Kami juga belum seperti Bima 
Bisa mengendalikan hawanya
Kami hanya belajar dari sedikit untuk mengambil hikmah
Seperti Sembadra
Kami hanya pejalan Bagai pencari mutiara di ujung duniaBerharap untuk menjadi Puntadewa

Sunday, March 12, 2017

Cinta dalam Diam

Dunia cinta terkadang perlu diam sejenak
Bukan tanpa alasan
Namun rasa saat ini hanya sebuah keinginan
Belum mencapai sebuah kebutuhan sesungguhnya 
Bukan melupa namun, menyamarkan
Persiapan juga perlu
Cara yang berbeda
Agar tetap indah
Bukan sekedar merasa namun,
Memberi rasa
Tidak hanya menerima 
Tetapi harus memberi

Saturday, March 11, 2017

Sepercik Cahaya ✨

Tembusan cahaya dari ufuk timur seolah menusuk nusuk dalam celah kegelapan
Perlahan hanyut bagai aliran air yang tidak begitu curam
Terdiam sejenak kemudian semakin cerah
Semakin cerah lagi dan akhirnya surut di ujung barat masih seperti aliran air yang tak begitu curam
Aku beri makna setiap aliran ini bagai kehidupan yang selalu meroda
Bagai tak ada ujung dihadapkan 
Padahal pangkal dimulainya dengan sangat hati" namun,
Laju pelan yang menguji
Kebosanan menghadang bagai tombak siap diluncurkan
Sulit tuk berfikir luncuran itu meleset
Yang terfikir hanya hindaran kelukaan
Maaf., maaf.,maaf
Diam., diam., diam
Selamat., selamat., selamat., 
Kediaman yang dipenuhi oleh rasa yang kuat
Menghantarkan hasrat yang diperlukan 

Thursday, March 9, 2017

Jejak Langkah

 
Langkahku terlihat sempit
Seolah jarak semakin jauh
Namun akan ku ukir dibawah telapak kaki bekas jejakku 
Bahwa aku memperjuangkan suatu hakikat hidup tanpa harus berkata bahwa aku menuju kebaikan
Akan ku coba melihatkan sebuah bekas sesaat yang akan hilang oleh hembusan angin
Akan ku syukuri 
Karena angin selalu berhembus ke sudut" tersempit
Semoga bisikan makna ku terlontarkan dengan sendirinya
Aku tak akan berhenti melangkah dan berdoa Semoga ukiran bekas langkahku tersampaikan
berlalu menjadi sebuah misteri hidup yang kekal dan abadi.

Sekilas Pengetahuan

Syair adalah salah satu jenis puisi. Kata "syair" berasal dari bahasa Arab syu’ur yang berarti "perasaan". Kata syu’ur berkembang menjadi kata syi’ru yang berarti "puisi" dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga syair di desain sesuai dengan keadaan dan situasi yang terjadi

Dalam perkembangannya di Asia Tenggara, syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain: Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.°

°https://id.m.wikipedia.org/wiki/syair

Jadi, menurut saya syair adalah sebuah ungkapan perasaan,bisa juga lebih.
dan ini menimbulkan arti bahwa setiap syair adalah lontaran perasaan.
yang entah itu sebuah kebaikan ataupun kebijakan.

Entah kemana

bagai jiwa yang ternoda Merenggut kesucian dalam raga Gemuruh resah melanda sunyi Tiada terkait Lantunan bait Sepenggal kisah tak terara...